Kriteria Akhwat Ideal
Posted by areksby on November 17, 2008
Bicara mengenai Akhwat pasti akan mengundang berbagai reaksi. terutama bagi para ikhwaners-ikhwaners. ada reaksi positif maupun negatif. bagaimana kita mengetahui kriteria akhwat yang ideal itu?
Jika kita berbicara mengenai akhwat, yang terbayang di benak kita adalah sosok seorang gadis berjilbab lebar dengan pakaian yang menutup seluruh auratnya, rajin beribadah, manjaga sopan-santun, lemah lembut tutur katanya, memiliki wawasan yang luas dalam ilmu agama, serta yang tidak kalah pentingnya adalah wajah yang cantik/manis.
Wah klo kriterianya seperti itu siapa yang tidak tertarik olehnya. saya mau juga loh..
. Apakah kriteria yang terbayang dibenak para ikhwan-ikhwan seperti itukah atau mungkin ada yang berbeda. terlepas dari itu semua, kita tanya kepada diri kita masing-masing untuk apa kita mencari seorang akhwat (baca :pendamping hidup)?
Motif seperti apa yang muncul jika pertanyaan tersebut keluar dari mulut seorang ikhwan. mungkin sebagian alasannya adalah sebagai berikut :
1. hal itu karena akhwat tersebut dapat mengingatkan kita saat kita bersikap keluar dari rel syariat ini.
2. karena wanita itu diciptakan untuk seorang laki-laki maka tidak lain adalah untuk menjadi pendamping yang senantiasa mampu melayani suaminya sebaik mungkin.
3. bisa menjadi penyejuk hati dikala hati sedang sedih atau marah. wah klo yang ini sih…saya setuju deh
4. ingin menyempurnakan separuh agama
5. atau mungkin yang sedikit aneh adalah dia menikah dengan tujuan agar terlihat menjadi orang yang sedikit alim karena memiliki istri yang berjilbab lebar serta taat beribadah. wah..klo ini niatnya sih sudah beda
6 atau masih ada alasan lainnya….. (saya serahkan kepada pembaca)
Sekarang kita bahas aja langsung, tidak usah berpanjang lebar karena saya tahu bahwa panjang di kali lebar sama dengan luas. lho…??@## walah..
mungkin seorang ikhwan akan bertanya-tanya mengenai calon istri yang ideal itu seperti apa sih, mari kita lihat…yukz.
Nabi Shalallahualaihi wasallam pernah bersabda, bahwa wanita itu dinikahi karena empat hal yakni karena hartanya, keturunannya, kecantikannya serta agamanya. maka pilihlah olehmu karena agamanya, karena itu lebih dapat meringankan tanggung jawabmu. mengapa Nabi meletakkan kriteria agama di paling akhir? apakah agama menjadi prioritas yang paling akhir?
tentunya tidak, justru itu menjadi prioritas yang paling utama. mengapa demikian, hal ini terlihat dari tahapan yang disebutkan oleh Nabi. pertama Jika engkau hendak menikah maka Nabi menyuruh untuk melihat hartanya dahulu, baru kemudian dinaikkan oleh Nabi menjadi keturunanya. apakah wanita tersebut berasal dari keturunan (nasab) yang baik atau yang buruk? setelah keturunan maka Nabi menganjurkan untuk melihat wajah si gadis yang akan dinikahinya. apakah wajah gadis tersebut cukup menarik hatinya sehingga membuatnya ingin menikahinya. setelah memenuhi ketiga kriteria tersebut barulah menuju tahap yang paling puncak yakni agamanya. apakah si wanita tersebut memiliki pemahaman agama yang baik atau tidak, senantiasa menjaga dan melaksanakan syariat-syariatnya atau tidak? jika tidak, maka secara otomatis rontoklah ketiga kriteria sebelumnya meskipun dalam ketiga kriteria tersebut ketiga-tiganya memiliki kedudukan yang utama. namun Nabi lebih mengutamakan wanita yang lebih paham mengenai urusan dien ini. hal ini diperkuat oleh sabdanya yang terakhir, bahwasannya kita lebih ditekankan pada urusan agama.
Salah satu kebahagiaan di dunia yang didapatkan oleh seorang suami adalah mendapatkan seorang istri yang shalihah. bukankah Nabi telah bersabda “Dunia adalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik selain istri yang shalihah.” (HR Ibnu Majah dan Nasa’i)
syukur-syukur jika bisa memenuhi keempat kriteria di atas. akan tetapi setiap anak adam itu diciptakan pasti memiliki sebuah kelebihan dan kekurangan masing-masing. maka hendaknya ia bersyukur atas kelebihan yang diberikannya itu dan bersabar atas segala kekurangan yang diberikannya. Akhwat yang ideal pasti tidak jauh dari kriteria yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shalallahualaihi wasallam di atas, tinggal bagaimana kita berusaha untuk mendapatkannya. mmm..mm. kata temen saya sih, mencari jodoh itu ibarat kita memancing ikan. tergantung umpan yang kita pakai itu apa. jika umpannya tidak enak, maka ikanpun akan menjauhi namun jika umpan yang kita beri itu enak maka ikan itu akan datang dengan sendirinya. sama halnya dengan wanita, jika kita memiliki akhlak yang mulia serta senantiasa taat dan istiqomah dijalanNya, maka dengan sendirinya Akhwat (baca:pendamping hidup) itu akan datang kepadamu sesuai dengan ijin Allah.
Sekarang pilihan ada di tangan kalian masing-masing wahai para ikhwan, ingin seperti apa istri/akhwat yang ideal. wabilahitaufiq washalallahu ala nabiyyina muhammadin wa aalihi wasallam. walhamdulillahi rabbil alamin.
arifrochman said
hmm…
Ada pertanyaan menggelitik, nih…
Pantas ga, klo qta mendambakan akhwat yang ideal, namun qt sendiri sadar bahwa masih jauh dari ikhwan yang ideal?
Oh ya, salam kenal…
Assalamu’alaikum…
areksby said
Jazakallahu khairan katsira ya akhi..
arif kurniawan said
Berkenaan dengan akhwat ideal ada baiknya antum membaca Buku “Bila Pasangan Seindah Impian” karya Syaikh Nadaa Abu Ahmad.
Semoga bermanfaat.
Semangat…..:-)
areksby said
Jazakallahu khairan
nita said
tak sengaja saya buka google. eh, tersesat di blog sdr. artikel ini lbh tepatny ditujukan kpd ikhwan, trus klo kriteria ikhwan ideal spt apa ya? hehehe sorry malah request.
areksby said
Na’am Ukhti syukran atas masukannya