Sajak Bagi Para Pejuang Surga
Posted by areksby on November 17, 2008
Tatkala seberkas cahaya memenuhi relung qalbu yang terpendam, menerobos dengan kekuatan batin yang semakin membuatnya seolah bergejolak dengan kencangnya. Tatapan mata kerinduan yang semakin membuatku untuk segera menyongsong keindahannya.
Seolah itu adalah sebuah fatamorgana yang terus menerus membayangiku. Maka akupun berharap itu adalah sebuah kenyataan yang pasti timbul dari apa yang saat ini kurasakan. Sebuah kerinduan yang sangat. Merupakan sebuah kebahagiaan bagiku jika ku dapat meraihnya. Mereka yang telah dahulu mendapatkannya, bersama segala apa yang mereka lakukan. Sungguh Rabbnya telah ridha kepadanya.
Ada sebuah titik dalam hati ini. Dia yang selalu berteriak, memanggil-manggil Rabbnya dengan penuh kerinduan. Semakin lama, titik itu semakin membesar. Sebuah titik yang sinarnya menerangi seluruh qalbuku, membasuh jiwa yang kotor ini. Senantiasa menyanjung Sang Penciptanya.
Kurindu bertemu denganNya……kurindu bertemu utusanNya…..kurindu dengan para bidadari yang senantiasa menungguku saat ku di dunia. Ingin ku cepat meninggalkan segala kesemuan yang ada di alam yang penuh kehinaan ini. Harapku sangatlah besar terhadapnya. Maka pertemukanlah aku dengannya Ya Rabb. Pertemukanlah aku dengan para ksatriaMu, yang berjuang di jalanMu, senantiasa memerangi yang mungkar dan menegakkan hujjah bagi setiap orang. Pantaslah mereka mendapatkan nikmatMu.
Maka tatkala seberkas cahaya tersebut menghilang, seolah kegelapan menyelimuti jiwa ini. Rasa rindu yang kurasakan semakin menipis. Seperti diterpa oleh hembusan angin yang kencang. Hilang sedikit demi sedikit. Tapi ku melihat ada sebuah cahaya kecil yang senantiasa bersinar dan terus bersinar. Dari mana cahaya itu berasal, aku tidak mengetahuinya. Yang kurasakan saat itu seperti seorang musafir yang singgah di sebuah tempat. Rasa lelah , haus dan lapar yang terus menyerangnya membuat dirinya semakin lemah. Namun udara yang sejuk membuatnya seolah tidak merasakan semua hal itu. Mungkinkah ini cahaya itu. Mungkinkah ini sebuah kebaikan yang aku lakukan dengan penuh harap dan cinta disertai rasa takut kepadaNya.
Hati ini berkata, ‘seolah aku ingin berperang melawan segala musuh yang merusakku, mencoba menghancurkan benteng pertahananku, sungguh ku jempat dengan penuh keikhlasan wahai Rabb yang Maha Perkasa, Rabb yang Maha Mengetahui, Rabb yang Maha Pemurah dan Pengasih untuk mendapatkan JannahMu…