Nasihat Untuk Para Pemuda
Posted by areksby on December 20, 2008
Assalamualaikum wr wb
Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam yang telah memberikan kita semua kenikmatan, nikmat sehat, khususnya nikmat yang tak terhingga nilainya, yakni nikmat islam yang sampai saat ini kita masih diberikan keteguhan oleh Allah untuk tetap istiqomah di jalanNya.shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi kita Muhammad Shalallahualaihi wasallam, beserta para keluarganya, sahabatnya serta umatnya yang senantiasa kokoh di atas jalanNya hingga kini.
Sesungguhnya seorang pemuda adalah merupakan tumpuan masa depan, bisa juga dikatakan sebagai sebuah asset yang berharga. Kenapa bisa demikian?? Tanya kenapa?
Seorang pemuda yang telah matang — yang dimaksud matang disini adalah dia matang dalam hal pemikirannya, sikapnya, serta tingkah lakunya — akan menjadi sebuah penerus generasi bagi “senior-seniornya” saat ini. Kenapa saya katakan senior, karena mereka semua adalah para pendahulu kita. Melalui merekalah kita bisa belajar, bagaimana seharusnya kita bersikap dewasa dalam segala hal.
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemuda :
Senantiasa membekali diri dengan agama
Menjadi sebuah keutamaan yang paling utama dari setiap pemuda adalah bekal untuk dunia dan akhirat. Berapa banyak pemuda yang terjebak dalam maksiat yang dimurkai Allah, sebut saja free sex, narkoba, pergaulan bebas, MBA (Married By Accident) dll. Semua itu tidak lepas dari minimnya pengetahuan mengenai agama. Maka tidak ada kata lain selain harus membekali diri dengan pemahaman agama yang kuat, karena itu yang akan menjadi penuntunnya kelak untuk masa depannya.
Pilihlah teman yang baik
Bukankah Nabi pernah bersabda, “pilih-pilihlah dengan siapa engkau bergaul, jika engkau bergaul dengan para penjual minyak wangi engkau akan terkena bau wanginya, namun jika engkau bergaul dengan seorang pandai besi maka engkau akan terpercik apinya.” Hal ini menyiratkan bahwa teman menjadi penentu utama baik tidaknya perilaku seseorang. Jika ia berteman dengan anak yang sholeh maka secara tidak langsung dia telah menuju jalan yang diridhai oleh Allah, namun jika ia berteman dengan seorang ahli maksiat maka secara tidak langsung pula ia akan menjerumuskan dirinya kedalam api neraka.
Rajin menuntut ilmu yang bermanfaat
Merupakan sebuah kunci sukses adalah dengan menuntut ilmu yang bermanfaat. Nabi telah bersabda,”menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tuntutlah ilmu selama hayat masih di kandung badan, baik itu ilmu dunia maupun ilmu syar’i . Selama ilmu tersebut bermanfaat bagi diri kita, keluarga dan orang lain, insya Allah kita akan mendapatkan ganjaran yang sesuai dengan apa yang kita perbuat.
Berbakti kepada kedua orang tua
“Surga itu terletak dibawah telapak kaki ibu”. Memang benar demikian halnya. Nabi bersabda, “sesungguhnya keridhaan Allah itu tergantung dari keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah itu tergantung dari kemurkaan kedua orang tua”. Mereka berdualah yang merawat kalian sejak kecil hingga dewasa saat ini. Pernahkah kalian berpikir, “apa yang bisa kita lakukan untuk membalas kebaikannya?” pernah ada suatu riwayat, bahwa Nabi pernah ditanya oleh seorang sahabatnya, wahai Nabi aku telah berbuat kepada kedua orang tuaku, maka apakah aku sudah bisa membalas kebaikan-kebaikannya? Lantas Nabi menjawab,”seandainya engkau menghajikan keduanya dengan menggendongnya untuk melaksanakan haji bahkan lebih dari dari itu, maka itu semua belum cukup untuk membalas kebaikan-kebaikannya hingga engkau dapati ia menjadi seorang budak kemudian engkau bebaskan (merdekakan) barulah cukup engkau membalas kebaikan mereka.” Subhanallah…betapa mulia hati kedua orang tua kita. Kita tidak akan sanggup membalas kebaikan mereka kecuali kita mendapatkan mereka sebagai budak kemudian kita membebaskannya. Namun hal itu saat ini merupakan sebuah kemustahilan, sebab saat ini sudah tidak ada lagi perbudakan. Semua orang lahir dalam keadaan merdeka. Kalaupun ada itupun masih mustahil sebab budak yang ada bukan dari kedua orang tua kita. Lantas satu pertanyaan yang perlu kalian renungkan, ” dengan apa kalian membalas kebaikan mereka jika tidak dengan berbuat baik semampu kalian, seumur hidup kalian?”
Menghormati guru-guru kita
Kita saat ini tidak bisa menjadi seorang yang sukses tanpa bantuan seorang guru. Seorang guru sangat berperan dalam menentukan keberhasilan kita. Merekalah yang mengajarkan kita dari hal yang tidak ketahui menjadi tahu, mengajari kita dalam bertingkah laku, yang mengajari kita sopan-santun serta menjadi orang tua kedua di sekolah setelah bapak ibu kita.
Tidak ada saat ini tanpa masa lalu, dan tidak ada masa depan tanpa saat ini. Oleh sebab itu, benarlah ungkapan bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka yang mencurahkan waktu dan tenaganya demi keberhasilan anak didiknya kelak. Para Ulama pernah berkata, “salah satu yang menjadi penghambat masuknya ilmu adalah karena seorang murid yang tidak menghormati gurunya.”
Menghindari maksiat
Seorang pemuda merupakan generasi penerus yang disiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Bagaimana yang terjadi jika pada saat remaja mereka sudah banyak melakukan perbuatan maksiat. Apa yang akan terjadi? Generasi seperti apa yang diinginkan oleh bangsa ini. Apakah sebuah generasi dengan degradasi moral? Tentunya tidak. Kita ngin menciptakan sebuah generasi yang berakhlak baik, cerdas, memiliki visi dan misi hidup yang jelas, serta taat kepada agamanya. Dengan demikian sebaiknya seorang pemuda hendaknya menghindari hal-hal yang dapat merusak moral dan pikirannya. Terutama dalam hal bermaksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala. Bagi pemuda yang sedang terlarut dalam cinta. Ada hal yang dapat membuatmu lebih menjaga kesucian dibandingkan dengan menjalin sebuah hubungan yang tidak jelas (baca :pacaran) yakni dengan menikah. Nabi bersabda, “wahai sekalian pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, maka menikahlah dan barangsiapa yang tidak mampu maka berpuasalah karena sesungguhnya hal tersebut dapat menjaga kesucianmu.”
Bertakwa kepada Allah dimanapun kamu berada dan kapanpun
Seorang mukmin sejati hendaknya senantiasa mengimplementasikan segala ilmunya dimanapun dan kapanpun. Termasuk dalam urusan agama. Takwa merupakan sebuah manifestasi dari ketundukan dan kepatuhan kepada Rabbul alamin. Seorang pemuda hendaknya senantiasa menjaga ketakwaannya dalam kondisi apapun itu. Sebab tidak ada yang menghalanginya untuk taat kepada Rabbnya kecuali sebuah kemunafikan dan maksiat kepadaNya.