Resensi Sandiwara Langit
Posted by areksby on March 3, 2009
Buah karya : Al Ustadz Abu Umar Basyier
Total halaman : 212 halaman
Penerbit : Shofa media publika
Sebuah Kisah nyata bertabur hikmah Penyubur Iman.
Sebuah kisah nyata yang disajikan dalam sebuah untaian kata yang indah dan menawan. Ditulis oleh Al Ustadz Abu Umar Basyier dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Beliau merangkai kata demi kata sehingga terkumpulah sebuah kisah perjalanan hidup seorang anak adam yang penuh dengan rintangan dan cobaan dalam hidupnya.
Dalam kajiannya yang beliau sering bertutur bahwa hal ini (kejadian dalam buku ini) sering terjadi dalam kehidupan kita. Dan hendaknya kita sebagai seorang muslim bisa menjadikannya sebagai ibrah (pelajaran) yang sangat berarti, khususnya bagi mereka yang ingin/telah meyempurnakan separuh agamanya dengan pernikahan yang suci.
Mari kita mulai pembahasan buku ini …
Cerita dalam buku ini diawali dengan hadirnya seorang pemuda shalih yang berusia sekitar 18 tahun. Akan tetapi karena ia takut terjerumus dengan hal-hal yang dilarang oleh Agama, maka sangat berkeinginan untuk menikah dan menyempurnakan agamanya. Pemuda itu bernama Rizqon. Ia merupakan seorang pemuda yang berbeda dari pemuda-pemuda lainnya yang seumurnya. Mengikuti taklim merupakan aktifitas rutinnya setiap minggu. Ia mengutarakan keinginannya untuk menikah kepada seorang Ustadz yang sudah dikenalnya. Rizqon berkata bahwa ia sudah memiliki calon, akan tetapi ia belum meminangnya. Calonnya pasangannya tersebut bernama Halimah. Ia masih berusia 17 tahun. Satu tahun lebih muda dari Rizqon. Halimah juga baru lulus dari SMU, sama seperti Rizqon. Halimah juga merupakan pemudi yang shalihah lagi taat kepada Agamanya.
Ia sudah mulai berani meminta kepada orang tuanya untuk mengenakan jilbab semenjak kelas 5 SD. Namun orang tuanya khawatir dengan sikapnya,ia takut-takut anaknya terlalu ekstrim dalam mepelajari agama karena memang pada usianya ia tergolong anak yang berbeda dengan seusianya dimana banyak anak-anak lainnya yang belum berhijab. Dikeluarganya ia memiliki 2 orang sudara. Keduanya laki-laki. Yang pertama bernamaAsyraf dan kakaknya yang kedua Ja’far. Berbeda dengan Halimah, kedua kakaknya tersebut memiliki pengetahuan agama yang minim terlebih-lebih kakaknya yang pertama Asyraf. Ceritapun berlanjut…
Singkat cerita Rizqon meminang Halimah di depan kedua orang tuanya. Akan tetapi kedua orang tua Halimah kurang senang dengan pemuda ini (Rizqon). Ia merupakan pemuda muda yang masih belum mempunyai masa depan yang jelas, belum memiliki pekerjaan yang layak. Ayah Halimah khawatir jika putrinya tidak bisa hidup layak dengannya. Maka dengan terpaksa ayah Halimah menyetujui peminangan tersebut namun dengan syarat. Syarat yang menjadi sebuah pertimbangan yang sangat berat bagi Rizqon. Syarat tersebut adalah “Bahwa ia akan menyetujui pernikahan ini dengan syarat dalam waktu 10 tahun jika saya tidak bisa memberikan kehidupan yang layak, maka saya harus menceraikannya secara sukarela.” Merupakan persyaratan yang berat bagi kedua belah pihak, terutama bagi Rizqon yang latar belakangnya bukan seorang bagsawan apalagi orang yang kaya raya.
Maka dengan ketangguhan hati yang dimiliki oleh Rizqon ia menyetujui persyaratan tersebut dan pernikahanpun terjadi.
Pada kehidupan awal pernikahan mereka, Rizqon dan Halimah sangat merasakan sulitnya kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh Rizqon yang masih muda dan belum memiliki pekerjaan sehingga biaya untuk kontrak rumah dan kehidupannya sehari-hari masih berasal dari sebagian uang yang dikumpulkannya ditambah uang hasil penjualan perhiasan ibu Rizqon yang merupakan perhiasan satu-satunya. Namun itu semua hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup beberapa bulan saja. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan mencari pekerjaan. Dalam buku tersebut, pekerjaan yang dijalani oleh Rizqon adalah dengan berjualan roti. Yang menjadikan saya kagum terhadap buku ini adalah pada bagian ini, yakni perjuangan Rizqon dalam memperolah penghasilan yang layak dimulai dari 0 (nol) hingga mencapai sebuah penghasilan yang cukup luar biasa. Sebagai bayangan saja dalam buku tersebut Rizqon mulai berjualan roti dengan keuntungan 15-20 ribu perharinya dengan total roti yang dijual sebesar +/- 75 buah . Sejalan dengan waktu, maka Rizqon dengan perjuangan yang keras, ia mampu menjual roti hingga mencapai 18.000 potong roti/hari sehingga keuntungannya berkisar antara Rp 4.500.000,-/harinya. Sungguh saya merasa sangat kagum terhadap perjuangan ini. Singkat cerita….
Setelah usia pernikahan mereka berdua mencapai 9 tahun 7 bulan kehidupan mereka sangat bahagia. Mereka juga dikarunia seorang anak yang lucu. Kehidupan meraka sudah dibilang sangat mapan dan berkecukupan. Hingga berjalan beberapa bulan lagi. Dalam pikiran saya sempat membayangkan betapa bahagianya kehidupan mereka. Akankah saya bsa seperti mereka?? Insya Allah….
Waktu berjalan, dan tak terasa hari yang dinanti-nanti untuk membuktikan persyaratan yang diberikan oleh Ayah Halimahpun semakin dekat yakni keesokan harinya. Disinilah tragedi besar terjadi, 1 hari menjelang hari H, Rumah yang menjadi tempat tinggal mereka sekaligus pabrik roti mereka (karena mereka sudah membuat pabrik sendiri sebelumnya, Cuma saya skip aja) terbakar pada malam harinya saat mereka tertidur lelap. Yang ada di dalam rumah tersebut antara lain kedua orang tua Rizqon, Rizqon, Halimah dan Putranya. Karena kebakaran yang begitu dahsyat maka salah satu orang tua Rizqon meninggal dalam kobaran api tersebut yakni ayahnya. Sepintas cerita ini terlihat klise, namun perlu diingat, bahwa ini merupakan sebuah kisah nyata. Inilah nilai plusnya menurut saya. Apalagi yang sudah membaca bukunya…subhanallah…
Singkat kata dan cerita nantinya Rizqon mencerikan Halimah dengan linangan airmata yang mana pada saat itu kondisinya sangat-sangat tidak memungkinkan untuk melakukan perceraian, akan tetapi proses tersebut tetap terjadi. Kondisi seperti apa itu? Baca sendiri bukunya…saya tidak sanggup menceritakannya…mungkin bagi akhwat disiapkan saja tissue atau sapu tangan yang banyak ya..buat jaga-jaga…bagi ikhwan mungkin juga bisa lho..
Namun di akhir cerita ini sungguh sangat dramatis dengan meninggalnya Halimah di pangkuan suaminya Rizqon…pertanyaannya kenapa Rizqon sudah menceraikan Halimah kok tiba-tiba bisa menjadi suaminya lagi….dan Halimah meninggal karena apa?? semua itu ada di buku Sandiwara Langit buah karya Al Ustadz Abu Umar Basyier. Saya sengaja menghentikan cerita di akhir-akhir resensi ini dengan harapan para pembaca bisa merujuk langsung pada buku yang bersangkutan.
Banyak hikmah yang mungkin bisa kita ambil dalam buku tersebut. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana harus menghadapi ujian yang Allah berikan dan bagaimana kita harus bersyukur terhadap segala nikmat yang telah diberikan olehNya. Sisi plus dari buku ini juga terletak pada penggunaan dalil yang berupa ayat-ayat Al quran dan Assunnah yang shahih dalam mempertajam isi cerita tersebut. Kurang lebihnya saya mohon maaf kepada pembaca, segala kebenaran mutlak hanya milik Allah semata dan segala kesalahan berasal dari diri saya pribadi. Semua yang ada di dalam resensi ini adalah murni hasil dari kata-kata saya sendiri, pendapat saya pribadi..bisa jadi antum yang lainnya memiliki pendapat yang berbeda dengan saya…Barakallahufikum…
