Jadikanlah setiap ucapan kita memberikan manfaat bagi kita dan orang lain. Berikut adalah beberapa nasehat yang di tulis oleh Dr Abdurrahman bin Muhammad Assayyid yang insya Allah berguna bagi kita dalam melakukan dialog.

Pertama

Janganlah memotong pembicaraan orang di hadapan anda, biarkan ia selesai mengutarakan pendapatnya dan selesai penyampaiannya dengan sempurna.

Kedua

Berusahalah untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh lawan bicara anda sebelum anda menjawabnya, serta berhati-hatilah dalam berbicara dengannya.

Ketiga

Janganlah meremehkan pendapat orang lain, meskipun anda merasa kurang puas dengan pendapat tersebut.

Keempat

Perjelas pembicaraan. Berbicaralah sesuai dengan kemampuan akal mereka dan jangan sekali-kali ada unsure paksaan di dalamnya.

Kelima

Perpendek ucapan anda. Sedikit, jelas dan bermakna. Hindari sikap bertele-tele dalam pembicaraan karena hal itu dapat menyebabkan kebosanan si pendengar.

Keenam

Hendaknya bersikap sopan dengan orang yang lebih tua, ahli ilmu dan terpelajar. Carilah waktu yang tepat untuk berbicara dengannya.

Ketujuh

Jagalah pembicaraan dari fitnah dan ghibah. Hindari pembicaraan orang perorang. Dialogkan pembicaraan tanpa menyebut orang tertentu. Bersikaplah wajar dan umum.

Kedelapan

Berkasih sayanglah dan berlemah lembutlah terhadap lawan bicara anda. Jangan sampai menimbulkan selisih atau salah paham diantara kalian berdua.

Kesembilan

Pilihlah ungkapan yang paling indah dan bagus, hati-hati dengan ucapan yang menyakitkan.

Kesepuluh

Jika anda merasa bahwa dialog tersebut menjadi mendalam sementara faedahnya tidak ada, atau ada pihak lain yang mulai berdebat dan bertengkar maka jauhilah. Rasulullah Shalallahualaihi wasallam telah bersabda :

“aku menjamin dengan sebuah rumah di pinggir-pinggir surga, bagi orang yang meningglkan debat sekalipun dia benar…” (hasan, HR Abu Dawud)

Dalam haditsnya yang lain, Nabi Shalallahualaihi wasallam bersabda :

“barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau lebih baik diam…”(Shahih, HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah nasihat yang ditulis oleh beliau, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Wal afwu minkum. Jazakumullahu khairan katsiron.

Sumber : majalah Qiblati edisi 04 tahun V

Di tulis ulang oleh:

Derick Iskandar (Abu Fatih)

Maluku, 30 oktober 2010 (22 Dzulqo’dah 1431 H)