Archive for February, 2011


Kado Tercantik

Tak pernah kulihat sebelumnya, kado secantik ini. Entah dari mana datangnya, aku tak peduli, karena yang pasti kado itu akan menjadi milikku. Sungguh aku tak bisa bercerita kepada Anda perasaan yang menderu saat pertama kali ditawari untuk menerima kado tersebut. Seseorang dengan ikhlas sepenuh hati akan menyerahkannya kepadaku, hari ini. 

Melihat bungkusnya yang indah berwarna putih dengan motif bunga-bunga kecil merah jambu, tak salah penilaianku, kado itu memang teramat cantik. Yang kutahu, tidak hanya hari ini ianya berbungkus seindah itu, setiap hari, setiap waktu, selalu terbungkus rapih. Isinya? Jangan pernah tanyakan kepadaku, karena aku, juga orang lain tak pernah tahu apa dan bagaimana rupa isinya. Jangankan tersentuh, terlihat pun tak. Terutama oleh orang-orang yang memang terlarang untuk melihatnya. Seistimewa apakah kado itu? Sehingga tak seorangpun pernah melihat kado cantik ini? Dan seistimewa apa diriku ini sehingga seseorang berkenan mempercayakannya kepadaku?

Terbayang dari bungkusnya, yang setiap saat selalu terlihat rapi dan terjaga dengan baik, yang tak tersentuh kecuali oleh yang berhak menyentuhnya, aku yakin, isi dan rupa didalamnya, jauh lebih indah dari cantik bungkusnya. Kumengerti, kalaulah kado itu mampu sedemikian cantiknya terjaga kulit luarnya, bagaimana lagi aku meragukannya tak senantiasa diperindah rupa dalamnya, juga inti terdalam dari semua isinya, yang sejujurnya, adalah hal terpenting dari semua kecantikan sesuatu. Maaf, aku tak bisa mengajak Anda ikut membayangkan indah rupa isinya, dan kalaupun aku tahu Anda mencoba melakukannya, sebaiknya Anda berhadapan denganku. Kado tercantik itu milikku, akan kujaga ia dan takkan kubiarkan orang lain ikut menikmatinya, meskipun sekedar membayangkan.

Ingin sekali kucari pita pembuka kado yang biasanya berwarna merah, agar segera kusingkap isinya. Tapi satu hal mengganjalku, masih tersisa beberapa saat agar aku benar-benar mendapatkan izin untuk membukanya. Bahkan, lebih dari itu (sensor by redaksi). Harus kutunggu pemiliknya, yang menjaganya, dan merawatnya selama ini benar-benar menyerahkannya kepadaku dalam satu upacara sakral. Kenapa sedemikian sakral? Sesuatu yang cantik nan suci harus diserahkan dalam koridor keagungan yang juga suci, itu jawabnya. Tak apalah, sebagai satu jalan untuk tetap mensucikan diriku, juga kado cantik itu, wajib kujalani upacara sakral itu.

Aku berjanji, setelah kuterima dalam kharibaanku kado tersebut, akan kujaga, kurawat, kuperlakukan ianya agar tetap menjadi kado tercantik, terindah, terbaik, terbagus, selamanya. Sampai tak ada lagi yang membuatku harus melirik kado-kado diluar yang terkadang hanya bagus dan cantik bungkusnya.

 

by Bayu Gautama

Tentang Cinta Kedua Orang tua

Sungguh manusia itu dilahirkan dengan keadaan yang fitrah. Dengan keadaan yang suci dan belum tersentuh dengan berbagai macam dosa. Namun seiring dengan berjalannya waktu, manusia itu semakin tumbuh dengan cepatnya. Dua tahun dia mulai belajar melangkah, setelah itu 3 tahun kemudian ia mulai belajar mengungkapkan ekspresinya lewat sebuah kata-kata. Kemudian pada saat umur sudah mencapai 7 tahun , mulai mengenal apa arti sebuah persahabatan. Saat ia beranjak menjadi seorang remaja, maka ia sudah mengenal yang namanya cinta. Inilah yang terkadang orang sering salah dalam mengartikannya. Entah karena salah dalam pergaulannya atau karena didikan kedua orang tuanya.

Cinta yang seperti apakah yang dapat memberikan sebuah kekuatan yang besar dalam menjalani hidup ini? Tidakkah Rasul sudah memberikan sebuah jawaban, bahwa Allah dan RasulNya lebih berhak dia cintai daripada keluarganya dan manusia pada umumnya. Lantas mengapa masih banyak orang yang terjerumus dalam kata-kata “cinta” itu sendiri.

Perhatikan saja, berapa banyak orang yang menjadi korban atas nama cinta. Sebut saja mulai dari sakit hati, diputusin ama kekasih, hamil di luar nikah ato bahkan yang lebih ekstrem lagi yakni bunuh diri. Cukup miris kita mendengarkannya. Hanya karena seorang yang kita cintai, lantas kita mau melakukan apapun yang dia minta. Padahal belum tentu juga dia cinta kepada kita. Ya kan??!
View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.